UPDATE! Guideline Hipertensi Terbaru yang Perlu Apoteker Tahu

Ditulis oleh: Razthalita Yajna Nazhifah & Anna Fatinasari
Ditinjau oleh: apt. Adelia Nurfani, S.Farm

Hipertensi menjadi penyakit kardiovaskular yang paling sering ditemui dan menjadi penyebab utama kematian dini di seluruh dunia. Penyakit ini sering disebut sebagai silent killer. Istilah ini bukan tanpa alasan, karena seringkali penderita tidak merasakan gejala apapun.

Nah, baru-baru ini American Heart Association (AHA) dan American College of Cardiology (ACC) merilis panduan terbaru dengan beberapa perubahan penting. Pedoman ini tidak hanya berfokus pada deteksi dini, tetapi juga terdapat perhatian khusus pada kondisi tertentu. Kira-kira apa saja informasi penting yang berubah? Yuk, kita simak bersama. Swipers!

Perbandingan Pedoman Tekanan Darah

Nah, Swipers! Perubahan yang cukup penting ada pada klasifikasi tekanan darah. Dulu kita mengenal istilah pra-hipertensi dengan rentang 120-139/80-89 mmHg, kini batasnya lebih ketat. 

Pada pedoman terbaru, seseorang sudah termasuk ke dalam tahap awal hipertensi ketika tekanan darahnya mencapai:

120-129/<80 mmHg

Target tekanan darah untuk semua orang dewasa juga berubah menjadi:

<130/80 mmHg  

Sumber: American Heart Association, 2025

(https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/CIR.0000000000001356)

 

Berikut ini tabel guideline terbaru yang dikeluarkan oleh American Heart Association (AHA) dan American College of Cardiology (ACC) yang perlu diperhatikan ya!

Sumber: American Heart Association, 2025
(https://newsroom.heart.org/file/blood-pressure-chart?action=

 

PREVENT Risk Tool

Pada pedoman baru, disarankan untuk menggunakan kalkulator PREVENT guna memperkirakan risiko komplikasi serius, seperti serangan jantung, stroke, atau gagal jantung dalam waktu 10 hingga 30 tahun pada pasien berusia 30-79 tahun. 

Sumber : 

https://professional.heart.org/en/guidelines-and-statements/prevent-calculator 

PREVENT merupakan kalkulator pertama yang menggabungkan aspek kardiovaskular, ginjal, dan metabolik. Dengan kalkulator ini, dapat menghasilkan estimasi risiko penyakit yang lebih presisi, sehingga dapat membantu untuk menentukan terapi

Rekomendasi Gaya Hidup

Langkah ini menjadi terapi lini pertama dalam pedoman terbaru dan menjadi suatu langkah pengelolaan tekanan darah. Pasien disarankan untuk menerapkan pola makan sehat seperti diet DASH, kurangi asupan natrium, kurangi alkohol, serta penurunan berat badan. Selain itu, perlu meningkatkan aktivitas fisik dengan program latihan terstruktur serta melakukan manajemen stres untuk mendukung gaya hidup sehat.

Kesimpulan

Nah, itu dia Swipers beberapa perubahan terkait pedoman penanganan hipertensi, mulai dari batas tekanan darah yang lebih ketat hingga penggunaan kalkulator PREVENT!  Selalu jaga pola hidup serta cek tekanan darah secara rutin, ya! Jangan ragu untuk datang ke apotek terdekat, karena sekarang banyak apotek yang bisa menyediakan jasa pengecekan tekanan darah.

Segera unduh aplikasi SwipeRx di Google Play Store atau App Store yang berisi konten-konten informatif lainnya!

Reference
  • Jones, D. W., Ferdinand, K. C., Taler, S. J., Johnson, H. M., Shimbo, D.,& Williamson, J. D. (2025). Guideline for The Prevention, Detection, Evaluation and Management of High Blood Pressure in Adults: A Report of The American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation, 152(11), 114 – 218.
  • Kemenkes RI. (2019, 17 Mei). Hipertensi Penyakit Paling Banyak Diidap Masyarakat. Diakses pada 12 November 2025 dari https://kemkes.go.id/id/%20hipertensi-penyakit-paling-banyak-diidap-masyarakat
  • WHO. (2025, 25 September). Hypertension. Diakses pada 12 November 2025 dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension